PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung menyoroti kuatnya nilai toleransi antarumat beragama yang tercermin dalam peringatan Jumat Agung di tengah masyarakat.

Momen keagamaan ini kerap menjadi contoh nyata bagaimana kerukunan dapat terjaga dengan baik, meski terdapat perbedaan keyakinan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Pelaksanaan Jumat Agung sering kali berjalan beriringan dengan ibadah salat Jumat, namun keduanya tetap berlangsung dengan khidmat tanpa saling mengganggu.

“Momen Jumat Agung sering kali menunjukkan toleransi yang tinggi, di mana misa Jumat Agung dapat berjalan beriringan dengan salat Jumat,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.

Nenie juga menambahkan bahwa pada Jumat Agung, sebagian masyarakat memiliki tradisi untuk membersihkan makam keluarga serta menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan kepada sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Ia menilai tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan nilai religius, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Nenie berharap nilai-nilai toleransi yang telah terbangun ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga keharmonisan sosial tetap terpelihara.

"Keberagaman yang ada di Kota Palangka Raya merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama, demi menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati," tutupnya. (MARINI/R)