BORNEONEWS, Palangka Raya - Peran lembaga internasional dalam mendorong kebijakan lingkungan kembali menguat. International Conservation Caucus Foundation atau ICCF hadir memperluas dukungan konservasi melalui pendekatan kebijakan dan kemitraan lintas sektor.
Hal tersebut tampak dari kunjungan ICCF dan Parlemen Inggris (UK) ke area konservasi Orangutan yang ada di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada 30 Maret 2026 dilanjutkan dengan berbagai kunjungan dan dialog dengan berbagai pihak termasuk dengan pemerintah provinsi Kalteng hingga 2 April 2026.
ICCF dikenal sebagai organisasi nirlaba global yang berfokus pada perlindungan satwa liar, konservasi lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Beby Pane dari ICCF menyampaikan bahwa salah satu fokus utama ICCF adalah mendorong terbentuknya kaukus konservasi di parlemen berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurutnya keberadaan kaukus tersebut penting untuk memastikan isu lingkungan menjadi bagian dari kebijakan strategis nasional.
“ICCF Foundation tidak hanya bergerak di lapangan, tetapi juga mendorong penguatan regulasi melalui parlemen agar kebijakan konservasi lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya kepada Borneonews dalam kunjungan ke Pulau Salat, area konservasi Orangutan di Kabupaten Pulang Pisau baru-baru ini.
Sementara itu Chief Sustainability Officer, Henky Satrio Wibowo, mengatakan bahwa kunjungan ke Pulau Salat ini menjadi bentuk kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim dan kerusakan ekosistem yang semakin kompleks.
"Setelah kunjungan ke Pulau Salat itu kan mereka tidak langsung kembali ke negaranya jadi kita sempat melakukan dialog, termasuk dengan anggota Parlemen yang hadir," kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 3 April 2026.
Menurut Henky, melalui dialog tersebut, disertai dengan kunjungan ke tidak hanya Pulau Salat tetapi juga area konservasi lainnya yang ada di Kalteng, perlahan membentuk pandangan baru mengenai konsep konservasi.
"Sehingga mereka tahu kalau ternyata konservasi Orangutan itu tidak semudah yang dibayangkan karena melibatkan banyak pihak sehingga mereka juga memberi apresiasi ke karyawan BOSF dengan banyaknya bentuk kolaborasi, termasuk kepada kita di Pulau Salat," tutur Henky. (TESTI PRISCILLA/R)









