SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Harga beras di pasar Sampit mengalami kenaikan yang signifikan belakangan ini. Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah melonjaknya harga kemasan beras yang turut berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.

Amir, seorang penjual beras di Sampit menjelaskan bahwa kenaikan harga kemasan menjadi beban tambahan bagi penjual sehingga harus menyesuaikan harga beras agar tetap memperoleh keuntungan wajar. 

“Harga kemasan naik drastis, terutama karung plastik dan pembungkus lainnya. Kami terpaksa menaikkan harga beras supaya bisa menutup biaya peningkatan tersebut,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.

Amir salah satu pedagang beras lokal dengan merk Beras Makmur tersebut mengungkapkan harga kemasan ada kenaikan menjadi Rp350  rupiah per kilogram dari Rp150.

Kenaikan tersebut sangat berpengaruh terhadap harga per kemasan seperti kemasan 5 kg maupun kemasan berat lainnya. 

"Kalikan aja, seandainya per kilogram Rp350, kalau dikali 5 jadi Rp1. 750. Sehingga beras dengan kemasan 5 kg naiknya sekitar Rp1. 750-2000," sebutnya. 

Oleh sebab itu, saat ini beras lokal kemasan 5 kg dibandrol dengan harga Rp74. 900 dari sebelumnya Rp73. 000. Sementara untuk beras kemasan 10 kg dari Rp145. 000 menjadi Rp149.300.

Walaupun kenaikan harga beras ini menimbulkan tekanan bagi pembeli, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah, penjual beras juga mengalami kesulitan mengelola usaha tanpa menyesuaikan harga akibat biaya produksi yang meningkat. 

“Kami paham ini memberatkan konsumen, tapi kami juga harus menjaga kelangsungan usaha,” katanya.

Pihaknya berharap kondisi harga kemasan dapat segera stabil agar harga beras juga kembali lebih terjangkau bagi masyarakat luas di Sampit dan sekitarnya. (DEVIANA/R)