BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Cici Desylia, menilai ancaman pedofilia dan pelecehan seksual terhadap anak-anak sudah sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, sebagian penyebab masalah tersebut karena kian mudahnya remaja dan anak-anak mengakses konten dewasa di era digital saat ini.
"Perkembangan teknologi membuat setiap orang dengan mudah mengakses konten-konten dewasa. Hal ini berdampak terhadap perilaku menyimpang bagi sebagian orang," kata Cici kepada //Borneonews//, Rabu (28/12/2016).
Menurutnya, bila dibiarkan, fenomena itu akan membuat Kotim menjadi daerah yang tidak layak anak, dan pelaku pedofilia meningkat. "Kita sudah memiliki peraturan daerah (perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Sesuai perda itu, pemkab wajib mendorong terwujudnya kabupaten layak anak," beber Cici.
Cici juga mengingatkan, agar orang tua dan keluarga memberikan pengasuhan dan pengawasan yang baik terhadap anak. "Keluarga dan orang dekat semestinya mengasuh dan melindungi anak dengan baik. Jangan sampai orang dekat malah merampas masa depan anak," ucap dia.
(MUHAMMAD RIFQI/B-10)
Pemkab Kotim Wajib Wujudkan Kabupaten Layak Anak
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







