SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah kafe di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur mulai menaikkan harga minuman kopi akibat meningkatnya biaya operasional, terutama dari bahan baku seperti plastik dan produk pendukung lainnya.

Kenaikan harga ini dirasakan oleh pelaku usaha kafe yang harus menyesuaikan harga demi menjaga keberlangsungan usaha di tengah lonjakan biaya produksi.

Salah satu kafe yang melakukan penyesuaian harga adalah Kafe Along yang berada di Jalan Gatot Subroto Sampit. Tempat nongkrong yang cukup dikenal ini mengaku terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan baku.

"Gelas cup, plastik untuk take away, dan beberapa bahan naik drastis sampai 40 persen. Terutama plastik yang kenaikannya cukup tinggi. Yang paling berpengaruh juga harga susu, UHT, dan telur," kata Muhammad Asary, Owner Along Group, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku terjadi dalam waktu yang relatif singkat sehingga membuat beban operasional usaha meningkat signifikan.

Kondisi tersebut memaksa pihaknya untuk menyesuaikan harga jual produk agar tetap dapat mempertahankan kualitas rasa serta pelayanan kepada pelanggan.

"Pengaruhnya ke operasional kami, pengeluaran jadi over. Kalau harga tidak dinaikkan, omzet bisa turun. Jadi kami sesuaikan harga untuk menjaga rasa dan kualitas," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya nongkrong di kafe memang semakin berkembang di Sampit, khususnya di kalangan anak muda.

Kafe tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang bekerja dan berkumpul.

Namun tren tersebut kini mulai dihadapkan pada tantangan kenaikan harga menu, seiring meningkatnya biaya produksi yang harus ditanggung pelaku usaha.

Meski terjadi penyesuaian harga, Asary menyebut jumlah pengunjung sejauh ini masih relatif stabil dan belum mengalami penurunan signifikan.

Sementara itu, salah satu pelanggan Herman, mengaku tetap memilih kafe sebagai tempat beraktivitas, meskipun harga minuman mengalami kenaikan.

"Kayanya tetap ke kafe, supaya bisa minum kopi yang enak sambil nongkrong. Saya juga tidak kerja di kantor, jadi suasana kafe itu nyaman buat kerja," katanya. (DEWI PATMALASARI/R)