MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Penanganan longsor di anak Sungai Bengaris RT 29, Kelurahan Lanjas oleh Dinas PUPR Barito Utara mendapat apresiasi dari DPRD, namun kualitas pekerjaan konstruksi diminta menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto menyampaikan langkah cepat yang dilakukan Dinas PUPR patut diapresiasi sebagai bentuk respons terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinas PUPR dalam menangani longsor. Ini menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.

Namun ia menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan harus tetap memperhatikan aspek teknis dan kualitas konstruksi secara maksimal. Menurutnya pekerjaan yang saat ini dilakukan masih berupa pondasi dan perlu dipastikan kesesuaiannya dengan perencanaan.

“Pekerjaan jangan sampai tidak sesuai, terutama jika tidak mengikuti bentuk konstruksi seperti letter U. Kalau hanya pondasi tanpa perhitungan yang matang, dikhawatirkan bisa berisiko runtuh,” tegasnya.

Gun mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas PUPR terkait hal tersebut, dan meminta agar dilakukan peninjauan kembali di lapangan.

Dia menyampaikan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut tergolong labil, dengan karakter tanah bercampur batuan jawung yang rawan longsor, karena itu perlu perencanaan dan pelaksanaan yang matang dan sesuai standar teknis.

“Masyarakat berharap penanganannya tidak terkesan asal-asalan. Mengingat kondisi tanah yang labil, maka konstruksi harus diperkuat agar mampu bertahan dan tidak menimbulkan longsor susulan,” jelasnya.

Ia mengapresiasi yang diberikan DPRD tetap disertai dengan kritik yang membangun demi hasil pekerjaan yang lebih baik. (RAMADHANI/R)