BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya konservasi di Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. International Conservation Caucus Foundation atau ICCF bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF untuk memetakan dukungan konservasi di wilayah tersebut.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan perlindungan lingkungan, termasuk konservasi satwa liar dan pengelolaan ekosistem secara terpadu.
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF, Dr Jamartin Sihite yang mendampingi kunjungan Delegasi Parlemen Inggris ke Pulau Salat, Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau baru-baru ini mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan berbagai sumber daya dan keahlian.
Menurutnya, sinergi antara lembaga internasional dan organisasi lokal sangat penting untuk memastikan program konservasi berjalan efektif di lapangan.
“Kolaborasi ICCF dan BOSF bertujuan memetakan potensi serta tantangan konservasi, sehingga intervensi yang dilakukan bisa lebih tepat sasaran,” katanya pada Sabtu, 4 April 2026.
Jamartin menegaskan, pendekatan berbasis data dan kemitraan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Tengah.
"Kita bawa delegasi Inggris ini ke Pulau Salat karena memang yang dituju adalah proyek kolaborasi konservasi yang kita tekankan. Karena ini Pulau Salat merupakan kolaborasi BOSF dengan SSMS maka kita ajak kesini untuk melihat langsung," kata Jamartin.
Selain itu juga para delegator ini menurut Jamartin juga penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai bentuk Sustainability Palm Oil.
"Apalagi SSMS adalah perusahaan yang mengedepankan ISPO dan juga menjalankan Sustainability maka sudah tepat kita ajak langsung untuk melihat sendiri tindakan konservasi Orangutan," terangnya. (TESTI PRISCILLA/j)









