BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng hingga sepekan ke depan.
“Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang berpotensi disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, sebagaimana dikutip pada Sabtu, 4 April 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Palangka Raya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Menurut Ihsan, tanda awal cuaca ekstrem biasanya ditandai dengan munculnya awan konvektif jenis Cumulonimbus (CB).
“Awan CB ini menjadi indikator hujan lebat yang berpotensi disertai angin kencang dan petir,” jelasnya.
Untuk itu, masyarakat diminta segera mencari tempat aman saat melihat tanda-tanda tersebut, namun tidak berteduh di bawah pohon.
Selain itu, warga juga diimbau menjauhi baliho, papan reklame, pohon besar, serta menghindari aktivitas di area terbuka guna meminimalkan risiko tersambar petir.
BMKG Kalteng juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta mengantisipasi potensi bencana.
Masyarakat dapat memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi BMKG, aplikasi mobile, maupun kanal media sosial resmi BMKG.









