JAKARTA –

BORNEONEWS, Bekasi – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.

Menurut Yenny, tawaran tersebut menyasar tiga hingga lima atlet Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat tim panjat tebing negara tersebut.

“Ada beberapa atlet yang ditawari, jumlahnya bisa tiga sampai lima orang,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat, 3 April 2026.

Meski tawaran yang diberikan cukup menggiurkan, mulai dari gaji tinggi hingga kesempatan tampil di berbagai kejuaraan Eropa, para atlet tetap memilih bertahan dan membela Indonesia.

“Mereka tetap lebih bangga berjuang untuk Merah Putih,” kata Yenny.

Ia menilai, keputusan tersebut menunjukkan komitmen dan nasionalisme tinggi para atlet di tengah peluang karier internasional yang terbuka lebar.

Saat ini, tim panjat tebing Indonesia juga tengah berada dalam tren positif seiring regenerasi atlet yang berjalan baik.

Komposisi atlet di pemusatan latihan nasional dinilai semakin merata, baik di nomor speed, lead, maupun boulder.

Dalam waktu dekat, tim Indonesia akan tampil pada kualifikasi Asian Games 2026 di China yang dimulai pada 9 April 2026.

Sebanyak 16 atlet diturunkan untuk memperebutkan tiket menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

ANTARA