BORNEONEWS, Sampit – Kepastian pencairan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam rangka menghadapi Porprov 2026 masih menunggu hasil pembahasan lanjutan yang dijadwalkan pada Senin mendatang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas khusus terkait hibah.
"Hari Senin lanjutan pembahasannya. Kami di BKAD, membahas khusus hibah hibah. Jadi kita menunggu hasil rapat hari Senin. hibah kesemuanya, termasuk hibah KONI," ujar Irfansyah, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan berbagai langkah. Salah satunya menjalankan rekomendasi Komisi III DPRD Kotim untuk meminta pendapat dari BPKP serta biro hukum provinsi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pencairan dana hibah KONI Kotim.
"Seperti halnya RDP Komisi III DPRD Kotim kemarin, kami sudah minta pendapat di BPKP dan biro hukum provinsi. Itulah yang kami sampaikan kepada tim TAPD," tambahnya.
Meski demikian, Irfansyah mengaku belum dapat memastikan apakah pencairan dana hibah KONI tersebut dapat direalisasikan atau tidak. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan TAPD.
"Nanti kita lihat hari Senin lah, karena TAPD yang bisa menjawab itu. Karena saya juga masih belum, peluang atau tidak peluang (pencairan hibah KONI) nanti kita lihat," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil konsultasi dengan BPKP dan Biro hukum provinsi juga akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama tim anggaran daerah.
"Hasil konsultasi di provinsi nanti kita bicarakan sama tim anggaran hasilnya," katanya.
Terkait kondisi atlet, Irfansyah menyebut pihaknya tetap menjalin komunikasi intensif dengan KONI.
"Terkait atlet langsung ke KONI, nggak ada lah sama kami. Tapi kami sering intens berkoordinasi dengan KONI," tuturnya.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran yang saat ini menjadi tantangan tidak hanya di Kotim, tetapi juga di berbagai daerah lain, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
"Masalah anggaran tidak hanya di Kotim, semua juga (ada kendala) apalagi kita efisiensi anggaran. Walaupun sudah ada anggarannya, saya sudah melihat seperti itu. Jadi keputusan mungkin di hari Senin nanti kami ada rapat lagi tentang masalah hibah itu," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









