BORNEONEWS, Malang – Arema FC menerapkan strategi bertahan (low block) saat menahan imbang Malut United dengan skor 1-1 pada lanjutan Super League 2025/2026, Jumat, 3 Maret 2026.
Pelatih Arema, Marcos Santos, mengatakan taktik tersebut dipilih karena sejumlah pemain kunci absen akibat sanksi dan cedera.
“Kami meminta tim untuk lebih menahan dan bermain bertahan,” ujarnya usai laga di Stadion Kanjuruhan.
Beberapa pemain asing andalan seperti Dalberto Luan, Pablo Oliveira, dan Matheus Balde tidak tampil karena sanksi kartu merah. Selain itu, Betinho Filho dan Joel Vinicius juga absen akibat akumulasi kartu, sementara Walisson Maia masih dibekap cedera.
Dengan kondisi tersebut, Arema memilih memperkuat lini pertahanan untuk meredam permainan lawan yang tampil dengan kekuatan penuh.
Malut United sendiri menurunkan lini depan terbaiknya yang dihuni David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino.
Meski bermain lebih defensif, Marcos menegaskan timnya tetap mengombinasikan strategi tersebut dengan transisi cepat untuk membangun serangan balik.
Ia mengakui laga berjalan sulit, namun tetap bersyukur timnya mampu mengamankan satu poin.
Dengan delapan pertandingan tersisa, Arema bertekad memaksimalkan setiap laga demi menjaga peluang finis di papan atas klasemen.
Termasuk menghadapi laga berat saat bertandang ke markas Persib Bandung serta menjalani Derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya.
Marcos pun meminta dukungan penuh dari suporter agar timnya mampu tampil maksimal di sisa kompetisi.
“Kami akan terus berjuang meraih poin dan berharap dukungan suporter di stadion,” pungkasnya.
ANTARA









