SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurcab) domino perdana yang digelar Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) setempat.

"Saya mewakili Komisi III DPRD Kotim yang bermitra dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, tentu kegiatan ini luar biasa. Ini merupakan kegiatan kedua, setelah sebelumnya digelar turnamen mini eksibisi," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Sabtu, 4 April 2026.

Ia menjelaskan, kejuaraan kali ini merupakan ajang formal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Orado Kotim. Tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang ingin ikut, meski panitia hanya mampu mengakomodir 34 tim.

"Saya melihat antusiasme dari masyarakat Kotim Luar biasa. Hanya saja panitia bisa mengakomodir kegiatan ini untuk 34 tim. Padahal memang kalau antusias dari masyarakat itu lebih dari itu," tambahnya.

Menurut Riskon, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana sosialisasi bahwa domino kini telah berkembang menjadi olahraga yang memiliki peraturan.

"Selama ini masyarakat mengenal domino sebagai permainan biasa, tapi sekarang sudah naik kelas menjadi cabang olahraga. Hampir semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, mengenalnya," ujarnya.

Ia berharap melalui kejuaraan ini, masyarakat semakin memahami aturan dalam olahraga domino serta penggunaan media permainan yang berbeda dari domino konvensional. Jika dulu domino dikenal dengan permainan kartu, kini dimainkan menggunakan balok-balok akrilik. 

"Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa ada aturan yang harus dipelajari, mulai dari sistem tim hingga cara bermainnya yang sudah terstandarisasi," tambahnya.

Riskon juga mendorong masyarakat yang belum sempat berpartisipasi agar dapat mempelajari olahraga domino dan ikut ambil bagian pada kegiatan selanjutnya.

"Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang terlibat dan olahraga domino bisa berkembang lebih luas di Kotim," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)