BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lonjakan harga kemasan plastik turut berdampak pada pelaku usaha kopi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang kini mulai mempertimbangkan penyesuaian harga jual produk mereka.
Salah satu pemilik usaha kopi, Arif dari Kopi Boedjang, mengaku kenaikan harga kemasan cukup signifikan dan berpengaruh terhadap biaya produksi.
“Sebelumnya saya beli cup bersablon sekitar Rp1.200 per cup ukuran 14 oz, sekarang harganya sudah naik menjadi Rp16.000,” jelas Arif.
Hal serupa juga disampaikan oleh Yudha Prasetyo, pemilik salah satu warung kopi di Pangkalan Bun. Ia menyebut harga kemasan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebelumnya cup ukuran 16 oz saya beli Rp15.000 per bungkus isi 25, sekarang sudah Rp16.000. Bahkan harga segitu sekarang hanya dapat ukuran 14 oz,” jelas Yudha Prasetyo.
Menurut Yudha Prasetyo kondisi ini membuat pelaku usaha berada dalam dilema.
“Saya sedang mempertimbangkan apakah harga kopi yang dinaikkan atau ukuran cup yang diperkecil,” jelas Yudha Prasetyo.
Yudha Prasetyo menambahkan, keputusan tersebut tidak akan diambil sendiri. Ia berencana berdiskusi dengan rekan sesama pelaku usaha serta meminta pendapat konsumen.
“Nanti juga akan saya tanyakan ke konsumen, apakah mereka setuju harga dinaikkan atau ukuran dikurangi,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)









