JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington – Qatar menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadi mediator utama dalam upaya perundingan gencatan senjata dengan Iran.

Laporan The Wall Street Journal menyebut, penolakan tersebut menjadi sinyal mandeknya upaya diplomatik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.

Selain itu, berbagai inisiatif untuk mendorong gencatan senjata antara AS dan Iran juga dilaporkan menemui jalan buntu.

Iran disebut telah menyampaikan kepada mediator bahwa mereka tidak bersedia melakukan pertemuan dengan pejabat AS dalam waktu dekat, termasuk rencana pertemuan di Pakistan.

Teheran menilai sejumlah tuntutan Washington tidak dapat diterima, sehingga menutup peluang dialog dalam waktu dekat.

Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menegaskan bahwa Iran hanya akan menerima penghentian perang secara menyeluruh, bukan gencatan senjata sementara.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah meminta gencatan senjata.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran.

Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik ini turut berdampak pada jalur energi global. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk dilaporkan mengalami gangguan, memicu kenaikan harga energi dunia.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi, sementara jalur diplomasi masih menghadapi kebuntuan.

ANTARA