JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington – Upaya sejumlah negara untuk mendorong gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih menemui jalan buntu.

Laporan The Wall Street Journal menyebut, proses mediasi belum menghasilkan kemajuan berarti meski telah melibatkan berbagai pihak di kawasan.

Iran dilaporkan menolak rencana pertemuan dengan pejabat AS dalam waktu dekat, termasuk opsi dialog di Pakistan. Teheran menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.

Di sisi lain, Mesir dan Turki masih berupaya membuka jalur diplomasi. Keduanya menawarkan sejumlah lokasi netral seperti Doha dan Istanbul untuk mempertemukan kedua pihak.

Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menegaskan bahwa negaranya hanya akan menerima penghentian perang secara total, bukan sekadar gencatan senjata sementara.

Pernyataan serupa juga disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait permintaan gencatan senjata dari Teheran.

Ketegangan meningkat sejak serangan Amerika Serikat bersama Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi konflik ini berdampak luas, termasuk terganggunya distribusi energi global. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk dilaporkan mengalami gangguan, sehingga mendorong kenaikan harga energi dunia.

Hingga kini, belum ada sinyal kuat deeskalasi, sementara jalur diplomasi masih berjalan di tempat.

ANTARA