PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja angkutan udara di Kalteng mengalami penurunan pada Februari 2026. Penurunan ini terlihat dari frekuensi penerbangan yang turun cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan, frekuensi penerbangan pada Februari 2026 tercatat turun sebesar 16,11 persen dibandingkan Januari 2026. Kondisi ini mencerminkan adanya perlambatan aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut.

Seiring dengan berkurangnya frekuensi penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara juga mengalami penurunan.

"BPS mencatat, jumlah penumpang turun sebesar 19,95 persen, dari 125.548 orang pada Januari menjadi 100.495 orang pada Februari 2026," kata Agnes pada Sabtu, 4 April 2026.

Agnes menjelaskan, penurunan jumlah penumpang ini sejalan dengan berkurangnya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara. Faktor musiman serta penyesuaian jadwal penerbangan turut memengaruhi kondisi tersebut.

Tidak hanya penumpang, lalu lintas barang melalui jalur udara juga mengalami penurunan.

"Pada Februari 2026, volume kargo tercatat sebesar 1.932 ton atau turun 11,34 persen dibandingkan Januari yang mencapai 2.179 ton," katanya.

Menurut Agnes, penurunan di sektor angkutan udara ini perlu menjadi perhatian, meskipun secara umum masih dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan aktivitas ekonomi. Ia menambahkan, perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada pemulihan mobilitas dan aktivitas distribusi barang di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)