BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Paskah 2026 di Katedral Santa Maria Palangka Raya menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk memperdalam pengendalian diri dan meningkatkan kepedulian sosial. Hal ini disampaikan Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr Aloysius M Sutrisnaatmaka, MSF, dalam rangkaian misa yang berlangsung khidmat pada Minggu, 5 April 2026.
Dalam pesannya, Uskup mengingatkan bahwa kehidupan rohani tidak bertentangan dengan kehidupan duniawi.
"Justru, kesadaran akan nilai-nilai surgawi dapat memperkaya cara umat menjalani kehidupan sehari-hari," kata Bapa Uskup.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk konkret adalah dengan berbagi rezeki kepada sesama. Ketika seseorang diberkati secara materi, maka sudah selayaknya ia juga berbagi dengan mereka yang membutuhkan sebagai bentuk solidaritas.
Lebih lanjut, masa Pantang dan Puasa yang telah dijalani umat selama 40 hari sebelum Paskah menjadi sarana pembelajaran untuk menahan diri. Umat dilatih untuk menjauhi perbuatan yang tidak baik serta melakukan refleksi atas kehidupan yang telah dijalani.
"Kebangkitan Yesus Kristus menjadi penuntun bagi umat untuk semakin selaras dengan kehendak Allah. Nilai ini harus terus dibawa dalam kehidupan, tidak berhenti pada perayaan semata," tuturnya lagi.
Ia menambahkan, perayaan Paskah tahun ini juga dipengaruhi situasi global yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi dunia yang dilanda konflik turut memberikan tekanan psikologis bagi masyarakat, sehingga iman menjadi pegangan penting untuk tetap kuat menghadapi keadaan. (TESTI PRISCILLA/y)









