BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Misa Paskah di Katedral Santa Maria Palangka Raya pada Minggu, 5 April 2026 turut diwarnai ajakan untuk menghayati Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi. Momentum ini dinilai selaras dengan semangat Paskah yang menekankan kebangkitan, damai, dan kasih bagi sesama.
Uskup Keuskupan Palangka Raya, Aloysius M Sutrisnaatmaka, menyampaikan bahwa Tahun Yubileum yang berlangsung sejak 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027 menjadi masa rahmat khusus bagi umat Katolik. Perayaan ini memperingati 800 tahun wafat Santo Fransiskus dari Assisi.
"Spiritualitas Santo Fransiskus yang menekankan damai, kesederhanaan, dan cinta lingkungan sangat relevan dengan kehidupan saat ini," kata Uskup di hadapan ratusan umat Katolik.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat dihidupi dalam keseharian, terutama di tengah berbagai tantangan global.
Ia menegaskan bahwa kesaksian hidup yang baik mampu menarik kebaikan dan menghadirkan kedamaian. Hal ini menjadi bagian penting dari makna Paskah yang tidak hanya dirayakan secara liturgis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kesaksian itu bisa menarik kebaikan dan kedamaian. Itulah makna Paskah yang bisa kita ambil dari masa saat ini,” ujarnya lagi.
Uskup juga mengajak umat untuk merayakan Paskah dengan berbagi kebaikan kepada sesama. Di tengah situasi dunia yang diwarnai konflik dan ketegangan, ia menekankan pentingnya peran umat sebagai pembawa damai di lingkungan masing-masing. (TESTI PRISCILLA/H)









