BORNEONEWS, Sampit - Serangan buaya pada manusia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini bukan peristiwa aneh lagi. Selama tahun 2016, terdapat empat warga Kotim yang diserang binatang buas itu. Beruntung korbannya tak ada yang tewas.
“Ada empat korban selama setahun terakhir. Dan semuanya berhasil selamat dari maut, hanya mengalami luka,” ujar Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Muriansyah, Rabu (28/12/2016).
Keempat orang itu adalah Dandi, Hairul, Pepet, dan Sahlan. Dandi mengalami luka di kaki akibat sambaran buaya pada 26 Februari 2016 lalu. Hairul mengalami luka yang sama saat diserbu predator itu pada 3 Maret 2016.
Sedangkan Pepet, mengalami luka parah pada bagian pahanya saat diserbu buaya pada 1 Oktober 2016. Mereka bertiga adalah warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau. Sedangkan lokasi serangan, seluruhnya di pinggiran Sungai Lemiring, anak Sungai Mentaya.
Dan yang terakhir diserang adalah Sahlan. Jari tengah tangan kanan penjual kelapa ini putus, akibat serangan ketika dirinya mencuci tangan di lanting pinggiran Sungai Mentaya, Selasa (27/12/2016).
“Untuk korban Sahlan, pada hari ini Kamis (29/12/2016) akan kami kunjungi ke rumahnya,” ungkap Muriansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-10)
Ada Empat Korban Serangan Buaya di Perairan Mentaya Selama 2016
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Komentar (0)
Memuat komentar…







