BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto, menegaskan atlet asal Kotim tidak diperkenankan membela daerah lain dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.
Menurutnya, Porprov merupakan ajang bergengsi di tingkat provinsi yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, dengan tujuan utama membina dan menjaring atlet berprestasi.
"Porprov ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang pembinaan, regenerasi atlet muda, sekaligus seleksi menuju Pra PON untuk mewakili Kalimantan Tengah," ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai kemungkinan atlet Kotim berpindah membela daerah lain, Dadang menegaskan hal tersebut tidak diperbolehkan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menyebut, larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dalam aturan itu, atlet yang ingin membela daerah lain wajib memenuhi syarat tertentu.
"Kalau ada atlet dari Kotim ingin membela kabupaten lain, itu tidak diperkenankan. Bahkan ada sanksi administratif, kecuali mendapat rekomendasi dari cabang olahraga (cabor) dan pemerintah daerah setempat," tambahnya.
Selain itu, dalam petunjuk teknis (juknis) juga disebutkan perpindahan atlet dimungkinkan, namun tetap harus melalui mekanisme resmi dan mendapatkan persetujuan dari pihak terkait.
Di sisi lain, Dadang mengungkapkan bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim telah berkoordinasi dengan masing-masing cabang olahraga untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam Porprov 2026.
"Informasi yang kami terima, KONI sudah berkoordinasi dengan cabor untuk melengkapi berbagai persyaratan. Artinya, Kotim insya Allah tetap ikut serta dalam Porprov," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya sangat tidak menginginkan adanya atlet binaan daerah yang justru membela kabupaten lain, mengingat selama ini mereka telah difasilitasi oleh pemerintah daerah.
"Tidak tepat kalau atlet yang sudah difasilitasi oleh Pemkab Kotim justru membela daerah lain. Kami sangat tidak berharap hal itu terjadi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









