BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mendorong optimalisasi sektor pariwisata, salah satunya aset bangunan milik pemerintah daerah di Pantai Ujung Pandaran, sebagai salah satu strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut Halikinnor, salah satu potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal adalah kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran. Ia menyoroti aset pemerintah daerah di lokasi tersebut yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp40 miliar, namun hingga kini belum memberikan kontribusi.
"Kita punya aset di Pantai Ujung Pandaran dengan anggaran lebih dari Rp40 miliar, tapi sampai sekarang belum dimanfaatkan maksimal, bahkan cenderung mulai rusak," kata Halikinnor, Senin, 6 April 2026.
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar aset yang telah dibangun tidak terbengkalai dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Halikinnor berharap ada perubahan dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut apalagi dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata definitif yang baru ia lantik, Ramadansyah.
Jika pemerintah daerah belum mampu mengelola secara optimal, maka opsi kerja sama dengan pihak ketiga dinilai bisa menjadi solusi.
"Kalau tidak bisa dikelola sendiri, bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Minimal aset itu tidak rusak dan bisa menjadi sumber pemasukan daerah," tambahnya.
Ia juga menilai, posisi Pantai Ujung Pandaran sangat strategis dan memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
"Di Pantai Ujung Pandaran itu banyak dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar daerah seperti Banjarmasin dan lainnya. Itu artinya punya potensi besar apalagi kita efisiensi bisa kita optimalkan yang ada," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









