BORNEONEWS, Palangka Raya - Fenomena 'Om Telolet Om' mampu mendongkrak penjualan terompet menyambut pergantian tahun 2016-2017, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Terompet memang tidak bisa dipisahkan dengan perayaan pergantian tahun. Baru-baru ini yang membuat terompet kembali diburu masyarakat adalah fenomena Om Telolet Om yang telah viral di berbagai media sosial.
"Memang sudah dari seminggu lalu ramainya pembeli. Apalagi ditambah fenomena 'om telolet om' yang sedang ramai itu malah mendongkrak penjualan terompet kami," kata Bapa Siva, salah seorang penjual terompet di kawasan Tingang, Palangka Raya, Rabu (28/12/2016).
Ada berbagai bentuk terompet yang dijual oleh pedagang, di antaranya ada yang berbentuk naga, ayam dan trombone (alat musik tiup). Bapa Shiva dan Siti Aminah mengatakan bahwa ada penyalur yang mengantarkan terompet-terompet tersebut namun mereka enggan menyebutkan darimana asal terompet ini didatangkan. Mereka berdua juga memberi harga yang relatif sama untuk terompet yang mereka jual.
"Terompet ini rata-rata kami jual sekitar Rp15.000 sampai Rp35.000 per terompet," tutur Siti.
Uniknya, para pedagang yang banting stir ini beromzet hingga ratusan ribu rupiah setiap harinya. Bapa Siva mengakui bahwa penjualan terompet ini lebih baik daripada saat berjualan pentol keliling. (TESTI PRISCILLA/N).








