LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bazar Lamandau Vol. 2 yang digelar di Alun-Alun Kota Nanga Bulik dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembukaan yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 malam itu dipadati warga yang datang untuk berbelanja sekaligus menikmati hiburan.

Partisipasi puluhan pelaku usaha lokal dengan beragam produk, mulai dari kuliner hingga kerajinan, memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi. Lonjakan pengunjung selama kegiatan berlangsung turut membantu memperluas pasar bagi pelaku UMKM yang sebelumnya memiliki keterbatasan jangkauan penjualan.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa penyelenggaraan bazar ini tidak menggunakan anggaran dari APBD. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi dalam menggerakkan ekonomi daerah.

“Kegiatan ini diharapkan bisa membuka ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM tanpa harus membebani anggaran pemerintah daerah,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Selain sebagai pusat transaksi, bazar juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat. Kehadiran hiburan dari luar daerah dinilai turut meningkatkan daya tarik, sehingga jumlah pengunjung yang datang terus bertambah sepanjang acara berlangsung.

Ia menambahkan, pemerintah daerah memandang kegiatan seperti ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif. Keterlibatan langsung pelaku usaha dinilai mampu menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi bisa dikembangkan menjadi agenda rutin yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan daya saing UMKM di Kabupaten Lamandau,” tutupnya. (NATALIA KRISTIN/y)