BORNEONEWS, Palangka Raya - Para pedagang sayur-mayur, dan pentol keliling banting setir berjualan terompet, memanfaatkan momen pergantian tahun 2016-2017. Penjual pernak-pernik tahun baru dadakan sudah banyak membanjiri Kota Palangka Raya, Ibu Kota Kalimantan Tengah. Mereka biasanya berjualan terompet yang dihiasi kertas berwarna-warni dan berbagai jenis kembang api.

Seperti di trotoar Bundaran Besar Palangka Raya. Pedagang terompet dan kembang api bertaburan di sepanjang jalan ini. Banyak dari mereka sebelumnya bukanlah penjual terompet ataupun kembang api. Mereka sehari-hari berjualan pentol keliling bahkan tukang sayur di pasar besar kota Palangka Raya "banting stir" berjualan barang-barang yang selalu hadir di malam pergantian tahun ini.

Seperti diceritakan oleh Bapa Siva. Pria berusia 30 tahun ini biasanya berjualan pentol keliling di bilangan Jalan Beliang. Namun mendekati pergantian tahun ini ia membuka sebuah tempat untuk berjualan kembang api dan terompet. "Jual seperti ini ya musiman saja. Jika saat tahun baru memang begini, tapi ini baru pertama kali saya jualan kembang api dan terompet," katanya kepada Borneonews, Rabu (28/12/2016).

Walaupun baru pertama kali, ia mengaku sudah mampu mendapat omzet hingga ratusan ribu rupiah per hari.

Hal senada disampaikan oleh Siti Aminah (38) yang sehari-hari berjualan sayur di pasar besar kota Palangka Raya. Dia menyampaikan sudah satu minggu ini berjualan pernak-pernik tahun baru tak terkecuali terompet dengan berbagai macam bentuk.

"Anak-anak sekarang suka yang berbentuk ayam karena unik dan bentuk ini baru hadir pada akhir tahun ini," kata Siti. (TESTI PRISCILLA/N).