BORNEONEWS, Palangka Raya – Kekhawatiran meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia pada awal April 2026 menjadi perhatian serius. Laporan adanya puluhan suspek memicu kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Anggota DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi penyebaran penyakit menular tersebut. Menurutnya, langkah pencegahan harus segera diperkuat.
“Campak bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Dampaknya bisa serius, khususnya bagi anak-anak. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Ia menegaskan, imunisasi menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak. Karena itu, program imunisasi dasar anak perlu terus digencarkan dengan memastikan cakupan vaksinasi tetap tinggi di seluruh wilayah.
Selain itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap gejala awal campak seperti demam, ruam merah, dan batuk. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna penanganan cepat sekaligus mencegah penularan lebih luas.
Dede juga mendorong Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pengawasan serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai penyampaian informasi yang tepat penting untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kesadaran publik.
“Pemerintah harus responsif, baik dalam deteksi dini maupun penanganan. Jangan sampai kasus meningkat karena terlambat diantisipasi,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga kesehatan masyarakat agar potensi kejadian luar biasa dapat dicegah sejak dini. (MARINI/J)









