PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketersediaan lapangan kerja masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat. Hal itu terungkap dari hasil penyerapan aspirasi yang disampaikan anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery.

Ia menyebut, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara capaian indikator ekonomi makro dengan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan.

“Stabilitas ekonomi secara makro belum tentu dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam hal ketersediaan lapangan kerja,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi tercatat cukup baik, namun belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesempatan kerja. Hal ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.

Khemal menilai, tanpa langkah intervensi yang tepat, keterbatasan lapangan kerja bisa memicu persoalan baru, termasuk meningkatnya angka pengangguran.

Ia juga mengkritisi kebijakan yang dinilai belum optimal dalam mendorong sektor riil. Padahal, sektor seperti UMKM, industri kecil, dan jasa memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja secara langsung.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk mengambil langkah konkret guna memperkuat sektor-sektor tersebut, sekaligus membuka peluang investasi yang berkualitas dan berpihak pada tenaga kerja lokal.

“Jangan hanya fokus pada angka pertumbuhan. Harus ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan ini secara bertahap, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat lebih merata. (MARINI/J)