BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Palangka Raya mendorong agar penanggulangan Tuberkulosis (TBC) diintegrasikan dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Anggota DPRD Palangka Raya, Mukarramah, menilai langkah tersebut penting agar upaya penanganan TBC berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
“Penanganan TBC harus masuk dalam dokumen perencanaan seperti RKPD hingga penganggaran di APBD, sehingga memiliki kekuatan kebijakan dan dukungan anggaran yang jelas,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, penanggulangan TBC tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Diperlukan pendekatan lintas sektor dengan melibatkan berbagai perangkat daerah agar program yang dijalankan lebih komprehensif dan tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan TBC, mulai dari keterbatasan deteksi dini, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga stigma terhadap penderita. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya menekan angka kasus.
Mukarramah juga mendorong peningkatan peran fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas, dalam melakukan skrining dan pengobatan secara maksimal. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman terkait bahaya dan pencegahan penyakit tersebut.
“Edukasi sangat penting untuk menghilangkan stigma. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak akan ragu memeriksakan diri dan menjalani pengobatan,” tambahnya.
Ia berharap, dengan integrasi kebijakan dalam perencanaan dan penganggaran, penanganan TBC di Palangka Raya dapat berjalan lebih terukur serta mampu menekan angka kasus secara signifikan ke depan. (MARINI/J)









