JAKARTA –

BORNEONEWS, Tokyo – Kementerian Pertahanan Jepang membentuk satuan baru di tubuh Ground Self-Defense Force (GSDF) yang fokus pada integrasi sistem nirawak, termasuk drone.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kemampuan militer sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pertahanan modern.

Mengutip laporan The Japan News, satuan baru tersebut diperkirakan beranggotakan puluhan personel dan mulai dibentuk pada bulan ini.

Unit ini akan bertugas mengembangkan konsep operasional sistem nirawak serta mengkaji kebutuhan persenjataan dan perlengkapan yang mendukung.

Pengembangan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pembentukan unit khusus platform nirawak serta struktur terpisah yang berfokus pada otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.

Dalam jangka panjang, GSDF menargetkan integrasi antara kendaraan darat nirawak dengan unit lapis baja konvensional guna meningkatkan efektivitas operasi di lapangan.

Program ini juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan personel, mengingat tingkat ketersediaan pasukan saat ini baru mencapai sekitar 89 persen dari kebutuhan.

Selain itu, Jepang akan mengadopsi pelajaran dari berbagai konflik modern, termasuk di Ukraina dan kawasan Timur Tengah, di mana penggunaan drone semakin dominan dalam operasi militer.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA