BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan jadwal susulan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi sekolah yang terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan kebijakan ini diambil setelah adanya laporan sejumlah sekolah yang terdampak musibah saat pelaksanaan TKA jenjang SMP.
“Yang sekarang sedang kami atur adalah yang terdampak bencana. Ada sekolah yang kebakaran, dan juga terdampak banjir di Bengkulu. Yang seperti ini nanti kami siapkan ujian susulan,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Ia menegaskan, mekanisme yang disiapkan adalah ujian susulan, bukan ujian ulang. Kebijakan ini berlaku bagi siswa di wilayah terdampak bencana maupun peserta yang berhalangan karena sakit.
Adapun pelaksanaan TKA susulan untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 11–17 Mei, setelah rangkaian TKA jenjang SD selesai.
Menurut Mu’ti, rentang jadwal yang panjang telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat atau force majeure, sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi keterbatasan fasilitas di sejumlah sekolah. Bagi sekolah yang tidak memiliki laboratorium komputer, peserta dapat menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai.
Ia menjelaskan, skema berbagi fasilitas tersebut tidak harus dalam jenjang yang sama. Sekolah SMP, misalnya, dapat menggunakan fasilitas milik SD atau SMA terdekat.
“Yang tidak punya laboratorium komputer bisa sharing di sekolah lain, dan itu tidak harus di jenjang yang sama. Semua sudah kami siapkan sebelum pelaksanaan,” jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti TKA, meski di tengah kondisi bencana.
ANTARA









