BORNEONEWS, Sampit – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai aktif mengenalkan olahraga panjat tebing kepada anak-anak sebagai langkah awal mencetak atlet masa depan.
Kegiatan ini terlihat di halaman Gedung Voli Indoor, Jalan Tjilik Riwut, Sampit, di mana sejumlah anak mencoba memanjat dinding buatan dengan penuh semangat.
"Fokus kami sekarang bukan latihan khusus, tapi memperkenalkan panjat tebing ke anak-anak, khususnya usia dini, sebagai bagian dari upaya regenerasi," kata Ketua Harian FPTI Kotim, Halikinnor, Selasa, 7 April 2026.
Awalnya beberapa anak terlihat belum percaya diri saat mencoba. Namun, dengan bimbingan pelatih, mereka perlahan mulai berani memanjat hingga mencapai ketinggian tertentu.
Menurut Halikinnor, regenerasi atlet menjadi hal penting mengingat jumlah atlet panjat tebing di Kotim saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, pembinaan sejak usia dini dinilai menjadi solusi jangka panjang.
Untuk mendukung hal tersebut, FPTI Kotim rutin membuka latihan terbuka bagi masyarakat setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu sore. Dari kegiatan itu, mulai terlihat minat anak-anak untuk menekuni olahraga ini lebih serius.
"Kalu yang hanya coba-coba cukup banyak, tapi yang terlihat mulai tertarik ada sekitar 8 sampai 10 orang. Bahkan ada sekitar tiga anak, yang sudah membeli peralatan panjat tebing dan ikut rutin berlatih bersama kami," ujarnya.
Ia menambahkan, usia ideal untuk mulai berlatih panjat tebing adalah di bawah delapan tahun. Dengan latihan yang konsisten, anak-anak sudah bisa mengikuti kejuaraan tingkat nasional saat berusia 10 tahun.
"Di tingkat nasional ada pertandingan anak usia 10 tahun. Makanya perlu siapkan sejak jauh-jauh hari, jika ada peluang anak itu bisa ikut berkompetisi di tingkat nasional," katanya.
Selain membuka peluang prestasi, olahraga panjat tebing juga memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam meningkatkan kekuatan fisik, kemampuan motorik, serta keberanian.
Di sisi lain, FPTI Kotim juga tengah memperjuangkan agar cabang olahraga panjat tebing dapat masuk dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
"Rencananya panjat tebing menjadi salah satu yang dipertandingkan dalam O2SN, kami lagi memperjuangkan itu. Keputusan akhirnya akan keluar dalam waktu dekat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









