PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam partisipasi BPDP pada Festival Dhawafest Pesona 2026: Persembahan Elok Nusantara.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa Dhawafest Pesona menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk turunan komoditas perkebunan kepada masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk berkreasi dan mengoptimalkan potensi sawit, kelapa, dan kakao, sekaligus memperkuat langkah menuju UMKM naik kelas dan mendukung visi Indonesia Emas," kata Helmi dalam rilisnya pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Keuangan RI menekankan pentingnya pengembangan komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan.

Menurutnya dukungan terhadap UMKM serta pengembangan produk bernilai tambah menjadi langkah strategis agar komoditas Indonesia semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPDP menghadirkan UMKM mitra binaan, yakni Nora Indonesia dan Cokelatin Signature.

Kehadiran kedua UMKM ini menjadi contoh nyata pengembangan produk turunan komoditas perkebunan yang inovatif dan bernilai tambah.

Nora Indonesia menampilkan produk batik tenun dengan pewarna alami yang berasal dari komoditas kakao dan kelapa.

Produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengandung nilai budaya yang tinggi melalui perpaduan teknik tradisional dan inovasi bahan baku.

Sementara itu, Cokelatin Signature menghadirkan produk cokelat berkualitas yang diolah melalui proses fermentasi biji kakao.

Proses tersebut menghasilkan cita rasa khas sekaligus meningkatkan nilai jual produk, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(TESTI PRISCILLA/R)