PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menegaskan pengelolaan arsip yang tertib dan sistematis menjadi salah satu target utama dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkup pemerintah kota.

Menurut Arbert, arsip bukan sekadar tumpukan dokumen historis, melainkan instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi kinerja pemerintah.

Ia mengatakan dengan sistem kearsipan yang mumpuni, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat ditelusuri dengan akurat, sehingga memperkecil celah penyimpangan administratif.

"Pengelolaan arsip yang baik adalah salah satu target dalam reformasi birokrasi. Hal ini sangat krusial karena arsip merupakan memori kolektif pemerintah yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta bukti pertanggungjawaban kepada masyarakat," katanya, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi arsip kini menjadi kebutuhan mendesak agar akses data menjadi lebih cepat dan efisien.

Di era digital ini, birokrasi dituntut untuk meninggalkan pola-pola konvensional yang lambat dan beralih ke sistem aplikasi yang terintegrasi guna memudahkan koordinasi antarperangkat daerah.

Pemko berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola arsip atau arsiparis di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Arbert menekankan bahwa secanggih apa pun sistem yang digunakan, keberhasilannya tetap bergantung pada kedisiplinan personel dalam melakukan input dan pemeliharaan data secara berkala.

"Melalui komitmen ini, diharapkan nilai indeks reformasi birokrasi Kota Palangka Raya dapat terus meningkat," ujarnya.

Pengelolaan arsip yang profesional diyakini akan memberikan dampak positif pada kualitas layanan publik, di mana data yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun instansi terkait dapat disajikan dengan cepat, tepat, dan sah secara hukum. (HENDRI/R)