PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk menurunkan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggalakkan berbagai program pelatihan kerja yang diselenggarakan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat.

Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai di berbagai sektor industri.

Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan respon pemerintah terhadap dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, membekali masyarakat dengan keterampilan teknis (hard skills) dan kemampuan adaptasi (soft skills) adalah kunci utama agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan ekonomi kota.

"Kami terus menggalakkan pelatihan kerja di Disnaker sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Fokus kami adalah memastikan setiap peserta memiliki sertifikasi dan keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini," katanya, Selasa, 7 April 2026.

Arbert menambahkan bahwa program pelatihan yang disusun tidak dilakukan secara asal-asalan, melainkan berdasarkan hasil pemetaan potensi daerah dan kebutuhan industri.

Beberapa bidang pelatihan yang menjadi prioritas meliputi bidang teknologi informasi, otomotif, hingga kewirausahaan mandiri.

Hal ini bertujuan agar lulusan pelatihan memiliki pilihan untuk bekerja di perusahaan atau justru membuka lapangan kerja baru bagi orang lain.

Pemerintah Kota juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak swasta dan lembaga pelatihan untuk memperluas jangkauan program ini.

Dengan adanya sinergi tersebut, para peserta diharapkan mendapatkan akses magang atau penempatan kerja langsung setelah menyelesaikan masa pelatihan.

Sekda berharap para pencari kerja di Palangka Raya dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya demi meningkatkan taraf hidup mereka. (HENDRI/R)