JEPARA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD  Palangka Raya, Erlan Audri menanggapi isu makroplastik pada minuman kemasan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Ia menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan keamanan produk konsumsi.

Menurut Erlan, keberadaan partikel plastik dalam minuman kemasan baik dalam skala mikro maupun makro dapat menimbulkan dampak jangka panjang jika terus terakumulasi dalam tubuh manusia.

Oleh karena itu, diperlukan langkah serius dari pemerintah dan pihak produsen untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi.

“Isu makroplastik ini harus ditanggapi serius. Jangan sampai masyarakat mengonsumsi produk yang berpotensi membahayakan kesehatan dalam jangka panjang,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses produksi, distribusi, hingga penyimpanan produk minuman kemasan. Menurutnya, potensi kontaminasi plastik bisa terjadi di berbagai tahapan jika tidak diawasi dengan standar yang ketat.

Erlan juga mendorong dinas terkait untuk melakukan uji sampel secara berkala terhadap produk-produk yang beredar di pasaran.

Langkah ini dinilai penting untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu, ia meminta adanya transparansi dari pihak produsen terkait bahan baku dan proses produksi yang digunakan. Edukasi kepada masyarakat juga dianggap penting agar konsumen lebih selektif dalam memilih produk minuman kemasan yang aman.

“Produsen harus terbuka, dan pemerintah harus aktif mengawasi. Masyarakat juga perlu diedukasi agar lebih cermat dalam memilih produk,” tegasnya.

Ia berharap dengan pengawasan yang lebih ketat dan keterlibatan semua pihak, isu makroplastik pada minuman kemasan dapat ditangani secara komprehensif, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga dan kepercayaan publik tidak terganggu. (MARINI/R)