BORNEONEWS, Palangka Raya - Momentum Hari Kesehatan Internasional menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan terhadap penyakit menular. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, yang menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini.
Menurut Rana, peringatan hari kesehatan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular pada anak. Ia menilai, anak-anak merupakan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan maksimal dari risiko kesehatan.
“Peringatan Hari Kesehatan Internasional ini harus menjadi momentum untuk tindakan nyata, bukan sekadar seremoni. Terutama dalam melindungi anak-anak dari penyakit menular,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Ia menyoroti bahwa masih banyak kasus penyakit menular pada anak yang dapat dicegah melalui edukasi, imunisasi, serta peningkatan pola hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Rana juga mendorong agar fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan posyandu lebih aktif dalam melakukan sosialisasi serta deteksi dini penyakit. Menurutnya, langkah preventif akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah penyakit menyebar.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak di lingkungan sekitar, termasuk memastikan asupan gizi yang cukup dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
“Perlindungan anak dari penyakit menular adalah tanggung jawab bersama. Semua harus terlibat, mulai dari keluarga hingga pemerintah,” tegasnya.
Ia berharap peringatan ini benar-benar menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, kuat, dan produktif. (MARINI/H)









