BORNEONEWS, Sampit - Ibu-ibu di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima pembekalan literasi keuangan dalam kegiatan Sicantiks (sahabat ibu cakap literasi keuangan syariah) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Saya menyampaikan apresiasi kepada OJK, para narasumber dari Bank Indonesia dan lembaga jasa keuangan, serta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Program ini sangat penting, karena pengelolaan keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh semua kalangan," kata Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, Selasa, 7 April 2026.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Sicantiks yang diselenggarakan OJK Kalteng di aula Anggrek Tewu Setda Kotim. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu dari Persit, Bhayangkari dan pelaku UMKM.
Rafiq mengatakan, literasi keuangan menjadi bekal utama untuk mengambil keputusan yang tepat, menghindari risiko, dan menjaga kesehatan keuangan keluarga.
Menurutnya, peran perempuan dalam rumah tangga sangat vital terutama dalam mengatur arus keuangan keluarga, bahkan kerap kali disebut menteri keuangan di rumah.
Di sisi lain, ibu-ibu juga menghadapi berbagai tantangan. Saat ini, semakin banyak tawaran investasi yang tidak jelas, penipuan digital, dan berbagai risiko keuangan lainnya. Banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya.
Lanjutnya, bagi para pelaku UMKM perempuan, literasi keuangan juga menjadi kunci. Usaha yang berkembang bukan hanya karena produk yang bagus, tetapi juga karena pengelolaan keuangan yang rapi dan pengambilan keputusan yang tepat.
"Oleh karena itu, saya berharap melalui kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengelola keuangan serta membangun kesadaran untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, lebih selektif dalam memilih produk keuangan, dan lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya," ujarnya.
Ia berharap peserta dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan bisa membagi ilmu yang didapat melalui kegiatan Sicantiks tersebut kepada keluarga, teman, dan komunitas, sehingga dampaknya akan terasa lebih masif dan berguna bagi sesama.
"Semoga kegiatan sicantiks ini dapat memberikan manfaat yang besar dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang cakap, bijak, dan sejahtera secara finansial," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









