BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga futures minyak sawit Malaysia menguat menuju level tertinggi dalam satu setengah pekan terakhir pada perdagangan Rabu (28/12/2016), yang merupakan penguatan dalam dua sesi berturut-turut.
Penopang penguatan harga ini adalah ketatnya pasokan ke pasar dan meningkatnya ekspor minyak sawit Malaysia, kata analis yang dikutip Reuters.
Futures minyak sawit untuk kontrak Maret, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, naik tipis 0,1 persen menjadi 3.130 ringgit ($699) per to di akhir perdagangan Rabu, setelah sempat menyentuh level 3.153 ringgit pada sesi pertama perdagangan, yang merupakan level tertinggi sejak 19 Desember.
Volume transaksi tercatat sebesar 37.024 lot, masih di bawah rata-rata harian pada 2015 yang sebesar 44.600 lot.
"Pasar merespons kinerja ekspor yang meningkat," kata seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur.
"Produksi berkurang dan harga minyak sawit fisik masih tinggi. Saya pikir harga akan menguji level tinggi lagi," ujarnya.
Sementara itu, minyak nabati lain, sepertti minyak kedelai kontrak Maret, BOv1, di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,3 persen, dan minyak kedelai untuk kontrak Mei di Dalian Commodity Exchange, DBYcv1, menguat satu persen.
Untuk olein sawit kontrak Mei di Dalian, DCPcv1, menguat 1,1 persen.
Harga minyak sawit biasanya selalu terpengaruh oleh pergerakan harga minyak nabati lain, karena komoditas ini bersaing ketat di pasar global. (NEDELYA RAMADHANI/m)








