SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mendorong percepatan pembangunan jembatan beton di Dusun Tandang sebagai sarana penghubung utama menuju kawasan permukiman dan wilayah transmigrasi.

"Di wilayah Dusun Tandang masih sangat dibutuhkan jembatan beton sebagai penghubung menuju wilayah-wilayah transmigrasi, terutama jalur H mulai dari SP2, SP3 sampai SP7," kata Juliansyah, Rabu, 8 April 2026.

Kebutuhan pembangunan jembatan tersebut sudah lama disuarakan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum terealisasi.

Usulan tersebut bahkan telah disampaikan sejak masa kepemimpinan Bupati Kotim sebelumnya, Supian Hadi, tetapi terkendala keterbatasan anggaran.

"Usulan itu sudah beberapa kali kita ajukan kepada pemerintah daerah. Bahkan pada masa Bupati terdahulu Supian Hadi juga sudah pernah disampaikan, namun karena keterbatasan anggaran hingga kini belum bisa direalisasikan," ujarnya.

Untuk itu DPRD Kotim berharap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat kembali menjadi prioritas, termasuk melalui dukungan pemerintah pusat.

Ia juga membuka peluang adanya kolaborasi program pembangunan, seperti keterlibatan TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Seperti pembangunan jembatan Garuda di Desa Barunang Miri yang dibangun melalui program Presiden Prabowo melalui TNI.

Sebab peran pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat luas wilayah Kotim yang memerlukan dukungan anggaran besar untuk pemerataan pembangunan. (DEWI PATMALASARI/R)