PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya memperkuat citra positif industri kelapa sawit terus didorong melalui peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya dalam menghadapi dinamika informasi di era digital.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menegaskan pentingnya program yang berfokus pada penguatan literasi media dan komunikasi digital di kalangan generasi muda sawit.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan tidak boleh berhenti pada tataran seremonial semata, melainkan harus menghasilkan aksi nyata dari para peserta.

“Kegiatan ini tidak boleh hanya sekadar seremonial, tetapi harus diikuti aksi nyata oleh para peserta dengan menjadi advokat narasi positif sawit,” kata Helmi pada Rabu, 8 April 2026.

Keberlanjutan industri kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi, tetapi juga oleh bagaimana narasi dibangun di ruang digital.

“Jika kita ingin kelapa sawit terus berlanjut, maka narasi di media sosial juga harus kuat untuk mendukung sawit,” tegasnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dibekali pemahaman terkait dinamika opini publik di media sosial, tetapi juga diuji melalui Intelligence Challenge. Dalam tantangan ini, peserta diminta mempraktikkan kemampuan analisis media serta menyusun narasi berbasis data yang kemudian dipublikasikan melalui platform media sosial masing-masing.

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda sawit yang tidak hanya melek digital, tetapi juga memiliki kemampuan analisis data serta strategi komunikasi yang kuat.

Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat narasi positif kelapa sawit Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.(TESTI PRISCILLA/R)