BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di Kalimantan Tengah terus menunjukkan progres sebagai salah satu instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Herry Hernawan menyampaikan realisasi penyaluran KUR hingga Semester I Tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp821,22 miliar atau 25,82 persen dari target tahunan sebesar Rp3,18 triliun.
“Jumlah debitur yang telah mengakses KUR tercatat sebanyak 10.502 atau sekitar 37,77 persen dari target yang ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa KUR masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya dalam paparan pada Rapat Koordinasi TPAKD seperti pada rilis OJK Kalteng, Rabu, 8 April 2026.
Meski menunjukkan capaian positif, Herry mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyaluran KUR di Kalimantan Tengah.
Salah satunya adalah kesenjangan terhadap target yang telah ditetapkan serta belum meratanya distribusi pembiayaan di antara lembaga penyalur.
"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar manfaat program KUR dapat dirasakan secara lebih merata oleh pelaku UMKM di seluruh wilayah," jelasnya.
Untuk itu, diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, TPAKD, dan lembaga keuangan. Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain melalui optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Kredit Program atau SIKP, percepatan penyediaan data debitur potensial, serta diversifikasi penyalur KUR.
“Dengan langkah tersebut, diharapkan akses pembiayaan dapat semakin merata dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA)









