BORNEONEWS, Palangka Raya - Niat Redes, 46, untuk berangkat ke Kasongan, Kabupaten Katingan, bersama istri dan dua anaknya, kandas. Mobil Escudo KH 1285 AE yang mereka tumpangi terperosok ke selokan hingga mengakibatkan siringan fondasi parit dari batu hancur.

Peristiwa kecelakaan tunggal itu terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 7,5 Palangka Raya, Kamis (29/12/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Redes, istri dan dua anaknya yang masih berusia 10 tahun selamat dari maut.

"Tidak apa-apa. Semua sudah pulang ke rumah," ucap Redes kepada Borneonews di lokasi kejadian.

Menurutnya, peristiwa bermula ketika ia baru saja keluar dari Gang Bethel bermaksud ke Kasongan. Redes yang mengemudi mobil itu kemudian berbelok ke kiri sehingga memasuki Jalan Tjilik Riwut Km 7,5. Tidak disangka, dari arah Bundaran Besar menuju Kasongan, meluncur mobil dengan kecepatan tinggi.

Tak pelak, Redes kaget bukan kepalang. Kepanikan itu kemudian diduga membuatnya langsung menginjak bagian gas mobil sembari membanting stir ke kiri. Namun kebablasan. Stir tersebut tidak segera dibanting ke kanan sehingga langsung terperosok ke selokan dengan ketinggian sekitar dua meter.

Tidak berhenti disitu, mobilnya juga menghantam siringan fondasi parit hingga hancur. Barulah terhenti ketika mobil sampai ke dalam selokan yang berjak sekitar 6 meter dari jalan induk. Sedangkan titik jatuhnya mobil dengan Gang Bethel hanya sekitar 10 meter.

Kejadian tersebut membuat warga setempat heboh. Termasuk mereka yang lalu lalang melintasi jalan itu, baik dari arah Palangka Raya - Kasongan maupun sebaliknya. Tidak sedikit di antaranya juga menyaksikan kejadian dengan jarak dekat.

Tiga anggota Unit Kecelakaan, Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya datang ke lokasi kejadian. Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi mobil masih berlangsung. Rencananya, mobil itu akan diamankan ke Polres Palangka Raya. (BUDI YULIANTO/m)