SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengupayakan percepatan pembangunan jaringan listrik baru menuju wilayah Kecamatan Pulau Hanaut guna meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam menyampaikan, progres pembangunan jaringan listrik tersebut telah mencapai lebih dari 70 persen.

"Jaringan ke Pulau Hanaut ini sudah berjalan dan tapak towernya sudah ada di empat titik, satu di Bagendang, dua di Pulau Lepeh, dan satu di seberang Pulau Hanaut," ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, untuk penyeberangan jaringan listrik melalui sungai, saat ini telah mengantongi sejumlah rekomendasi teknis. Terutama rekomendasi terkait bentangan kabel agar tidak mengganggu jalur pelayaran.

Selain itu, proses perizinan lainnya juga masih berjalan, termasuk izin pemanfaatan ruang dari pemerintah kabupaten.

"Beberapa rekomendasi sudah didapatkan, saat ini masih dalam proses perizinan pemanfaatan ruang. Kita dorong agar bisa segera tuntas," tambahnya.

Pemkab Kotim menargetkan pembangunan jaringan listrik ke Pulau Hanaut dapat selesai dalam waktu 3 hingga 4 bulan ke depan, dengan catatan seluruh proses perizinan dapat diselesaikan tepat waktu.

"Kalau melihat progres sekarang, kita optimistis. Kita dorong dalam 3 sampai 4 bulan ini sudah selesai," tegasnya.

Selama puluhan tahun, masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut masih menghadapi keterbatasan akses listrik yang stabil akibat kondisi geografis dan jaringan lama dari Kecamatan Seranau melintasi hutan rentan gangguan. 

Pemadaman berkepanjangan hingga berminggu-minggu serta tegangan listrik yang tidak stabil telah berdampak pada aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.

Pembangunan jaringan listrik baru melalui tower dari Gardu Induk Bagendang menjadi harapan besar untuk mengakhiri persoalan tersebut. 

Jika terealisasi, pasokan listrik di Pulau Hanaut diproyeksikan lebih stabil dan mampu menjangkau wilayah yang selama ini belum teraliri listrik. (DEWI PATMALASARI/j)