PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Statistik Sektoral di Kota Palangka Raya Tahun 2026.

Acara penting ini dilangsungkan di Ruang Rapat Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, pada Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 8 hingga 9 April 2026 ini, mengusung tema besar Kolaborasi dan Sinergi Tata Kelola Data dalam Mewujudkan Statistik Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak.

Forum ini dirancang untuk memperkuat fondasi pengambilan kebijakan berbasis data di lingkungan pemerintah kota.

Arbert menekankan bahwa di tengah pesatnya era transformasi digital, pandangan terhadap data harus berubah total.

"Data bukan lagi sekadar tumpukan angka di atas kertas, melainkan aset strategis yang memiliki nilai ekonomi dan pemerintahan yang sangat tinggi jika dikelola dengan profesional," katanya.

Sekda bahkan menganalogikan data sebagai The New Oil atau kekayaan baru yang nilainya berpotensi melampaui kekayaan sumber daya alam konvensional.

Menurutnya, pemanfaatan data yang tepat akan menjadi kunci utama bagi pemerintah daerah untuk tetap relevan dan kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di masa depan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam tata kelola pemerintahan yang modern, data berfungsi layaknya kompas.

Data yang akurat akan menuntun arah kebijakan pembangunan agar lebih presisi, efisien, dan tepat sasaran, sehingga anggaran serta program kerja tidak terbuang sia-sia dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Melalui penyelenggaraan Bimtek ini, Sekda berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya dapat semakin terpadu dan tidak lagi bekerja secara sektoral dalam pengelolaan data. (HENDRI/j)