BORNEONEWS, Sampit – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nugroho Kuncoro Yudho, mengingatkan masyarakat akan dampak serius perubahan iklim yang sedang terjadi, khususnya terkait fenomena El Nino, terhadap kualitas dan kuantitas air bersih yang sangat penting bagi kesehatan manusia.
“Sebagaimana disampaikan oleh BMKG, kondisi saat ini terjadi perubahan iklim yang mana ini salah satu akibat dari El Nino dan ini berdampak pada kualitas dan kuantitas air bersih yang merupakan kebutuhan vital setiap manusia dan sangat mempengaruhi kesehatan,” ungkap Nugroho, Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan bahwa selain isu air bersih, terjadi pula peningkatan polusi udara berupa debu dan asap yang menyebar luas ketika musim kemarau berlangsung. Kondisi ini berisiko memperburuk kesehatan masyarakat secara umum.
“Peningkatan polusi udara berupa debu dan asap biasanya terjadi saat musim kemarau dan tersebar kemana-mana,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perkembangan populasi nyamuk dan lalat yang meningkat selama musim kemarau. “Nyamuk biasanya berkembang biak ketika masih ada hujan sedikit-sedikit, sementara lalat bertambah seiring dengan banyaknya makanan yang bertebaran. Kondisi ini memicu perkembangbiakan lalat,” paparnya.
Menurutnya, situasi ini membutuhkan identifikasi dini terhadap risiko kesehatan agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan. “Ini harus diidentifikasi risiko kesehatannya sedini mungkin untuk langkah mitigasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan tindakan terpadu dari pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim yanga akan terjadi dalam waktu dekat terhadap sektor kesehatan, terutama di daerah rawan perubahan cuaca ekstrem seperti Kotawaringin Timur. (DEVIANA/j)









