BORNEONEWS, Sampit – Seekor lutung atau hirangan yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi terluka akibat tersengat listrik akhirnya dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Rabu pagi, 8 April 2026.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah menyampaikan, satwa tersebut sebelumnya diserahkan oleh komunitas pecinta satwa liar untuk ditangani lebih lanjut.
"Lutung mengalami luka bakar di bagian tangan dan jari-jari namun kondisinya sudah mengering. Setelah melalui observasi, kami memutuskan untuk melepasliarkan satwa yang diperkirakan berusia remaja tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga diambil setelah berkoordinasi dengan pimpinan BKSDA Kalimantan Tengah.
Pelepasliaran dilakukan secepatnya untuk menghindari risiko stres pada satwa, mengingat lutung termasuk hewan liar yang tidak cocok hidup dalam kandang.
Lutung tersebut dilepasliarkan di wilayah Kecamatan Teluk Sampit. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan habitat alami yang dinilai sesuai untuk mendukung kelangsungan hidup satwa tersebut.
"Kondisi lutung sangat sehat. Saat dilepas, pergerakannya gesit dan langsung masuk ke dalam hutan," tambahnya.
Sebelumnya, lutung tersebut ditemukan dalam kondisi tidak berdaya di kawasan Jalan Cilik Riwut, tepatnya di samping Jalan Arjuno, pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Diduga, lutung tersebut berasal dari kawasan hutan di wilayah Baamang Barat yang masuk ke permukiman warga sebelum mengalami insiden tersengat listrik.
Selain karena kesulitan pakan, lutung juga dikenal sebagai satwa yang mudah mengalami stres jika dipelihara.
"Jadi tidak mungkin lutung itu peliharaan yang lepas. Karena lutung tersebut juga masih menunjukkan sifat-sifat alaminya," pungkas Muriansyah. (DEWI PATMALASARI/y)









