BORNEONEWS, Kuala Kurun - Meningkatnya harga karet di Kabupaten Gunung Mas diharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Gumas, Gumer pada Bornoenws, Kamis (29/12/2016) siang. “Kita tahu saat ini usaha masyarakat di Kabupaten Gunung Mas sudah mulai sulit. Tentu dengan naiknya harga beli karet sangat membawa dampak yang luar biasa untuk penghasilan masyarakat,” cetus politisi PDIP itu.
Menurut Gumer, saat harga karet anjlok sampai Rp4 ribu-Rp5 ribu per kilogram, masyarakat enggan menyadap karet. Sebab, harga jual itu tak sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Intinya kita sangat bersyukur dengan peningkatan harga karet. Tentu ini akan sangat membawa dampak yang sangat baik untuk masyarakat didaerah ini,” kata
Harga karet perkilogram saat ini berada di kisaran Rp7 ribu sampai Rp8 ribu. Dengan peningkatan harga itu, para petani kembali turun ke kebun, menyadap karetnya. “Semoga saja ke depan harga karet terus meningkat, hingga di atas Rp10 ribu per kilogram,” cetusnya.
Hal senada, disampaikan oleh Randi, salah seorang petani karet di Kuala Kurun. “Kita sangat bersyukur beberapa pekan ini ada kenaikan harga karet. Pasalnya, sejak 2012 harga karet sangat anjok,” kata Randi.
Namun, ia berharap harga karet bisa menembus angka Rp13 ribu sampai Rp15 per kilogram seperti yang pernah terjadi pada 2010. (EPRA SENTOSA/B-10)
Meningkatknya Harga Karet Diharapkan Berdampak Pada Kesejahteraan Masyarakat
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gunung Mas Siapkan Raperda Perlindungan Kekayaan Intelektual pada 2027
Ketua DPRD Gunung Mas Berharap TNI Selalu Hadir untuk Masyarakat
Putus Rantai Kekerasan, DPRD Gunung Mas Ajak Perempuan Berani Melapor
DPRD Gumas Ajak Masyarakat Jadikan Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perkuat Semangat Membangun Daerah
Tes Bebas Narkoba hingga BPD Harus Netral jadi Kesepakatan pada RDP Persiapan Pilkades 2027
Banggar DPRD Gunung Mas Beri Sejumlah Catatan, dari PAD hingga Penanganan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







