BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya mulai menyusun langkah strategis guna menyesuaikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan regulasi terbaru.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), yang mewajibkan daerah menekan alokasi belanja pegawai hingga maksimal 30 persen pada 2027.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengungkapkan bahwa saat ini persentase belanja pegawai di lingkup Pemko masih berada di atas angka 40 persen.
Menurutnya diperlukan skenario yang matang dan terukur agar transisi menuju batas maksimal yang ditetapkan pusat dapat berjalan lancar tanpa mengganggu roda pemerintahan.
"Kami sedang memetakan berbagai skenario agar pada tahun 2027 nanti, belanja pegawai kita sudah sesuai mandat UU HKPD yaitu di angka 30 persen," katanya, Kamis, 9 April 2026.
Hal ini kata Fauzi, adalah tantangan besar karena menyangkut efisiensi internal, namun pihaknya optimis bisa mencapainya melalui perencanaan yang presisi.
Meskipun fokus pada efisiensi, upaya penurunan belanja pegawai ini tidak akan dilakukan tanpa struktur yang jelas dan terukur.
Pemko tetap akan memprioritaskan sektor-sektor pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, seperti kesehatan dan pendidikan.
"Hal ini sejalan dengan arahan nasional untuk tetap memperkuat infrastruktur sosial di daerah," pungkasnya. (HENDRI/R)
Pemko Palangka Raya Susun Skenario Turunkan Belanja Pegawai hingga 30 Persen
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Walikota Gelar Musyawarah Terbuka Dana Banpres Karhutla, Undang Ormas dan Mahasiswa
Kualitas Udara Masih Berbahaya, Disdik Palangka Raya Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Komentar (0)
Memuat komentar…







