PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua DPRD Kotawaringin Barat Mulyadin memberikan sejumlah catatan penting dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Tahun Anggaran 2027 beberapa waktu lalu yang berfokus pada penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kobar.

Mulyadin menegaskan agar usulan dalam Musrenbang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata, melainkan juga memperhatikan program non-fisik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Saya kemarin juga menyampaikan agar usulan-usulan ini tidak fokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur saja. Kita juga harus memperhatikan dan memprogramkan kegiatan lainnya," jelas  Mulyadin, Kamis, 9 April 2026.

Mulyadin mencontohkan sejumlah program prioritas yang dinilai penting, seperti bantuan dan pelatihan bagi pelaku UMKM, upaya pengentasan kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrem, hingga penanganan stunting yang ditargetkan bisa ditekan hingga nol kasus.

"Termasuk pemberantasan stunting juga harus mendapatkan perhatian, sehingga ke depan kita berharap tidak ada lagi angka stunting," jelasnya.

Mulyadin juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kobar.

Menurut Mulyadin, bila seluruh usulan tersebut dapat terakomodasi dengan baik dalam RKPD, maka proses pembahasan RAPBD 2027 akan berjalan lebih lancar tanpa hambatan berarti.

"Kalau itu betul-betul terakomodir sesuai porsinya, Insya Allah nanti dalam pembahasan RAPBD 2027 tidak akan mengalami kesulitan," jelasnya.

Namun Mulyadin mengingatkan bahwa DPRD akan melakukan penelusuran lebih lanjut apabila usulan tersebut tidak diakomodasi dalam tahapan perencanaan.

"Kalau ini tidak terakomodir dalam tahapan perencanaan tentu akan kita selisik lebih jauh pada pembahasan RAPBD 2027, agar perencanaan pembangunan ke depannya semakin matang dan menyentuh keinginan masyarakat Kabupaten Kobar," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)