BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Prosesi pemakaman Yustina Ismiati, istri mantan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ujang Iskandar, berlangsung khidmat di halaman belakang kediamannya di Jalan H. M Rafii, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, Kamis, 9 April 2026.
Sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta kerabat turut hadir mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir. Ujang Iskandar bersama keluarga juga tampak mendampingi prosesi pemakaman dengan penuh duka.
Wakil Bupati Kobar Suyanto yang hadir mewakili Pemerintah Daerah menyampaikan bahwa kehadirannya juga atas nama Bupati yang memiliki kedekatan dengan almarhumah.
“Dengan seizin Ibu Bupati, dalam kesempatan ini kami berdiri di sini untuk mewakili Pemerintah Daerah. Karena kami paham, Ibu Bupati juga sahabat, saudara dari almarhumah, sehingga berat untuk berbicara langsung,” jelas Wabup.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa kepergian almarhumah merupakan ketentuan Tuhan yang tidak bisa dihindari.
“Mengawali ucapan duka, bahwa sesuatu yang hidup akan mengalami kematian. Kita mungkin merasa sangat kehilangan, tetapi Allah lebih sayang kepada beliau,” jelas Wabup.
Wabup juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami dari Pemerintah Daerah mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pak Ujang Iskandar dan seluruh keluarga. Hari ini kita bersama-sama melepas kepergian beliau untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala,” jelas Wabup.
Wabup mengenang almarhumah sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar bagi daerah.
“Beliau adalah bagian dari tokoh Kobar. Pernah menjadi anggota DPRD Provinsi, anggota DPD RI, serta aktif memimpin berbagai organisasi wanita. Peran beliau sangat besar bagi perkembangan daerah ini,” jelas Wabup.
Wabup menambahkan, pemerintah daerah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa almarhumah.
“Kami sebagai penerus insyaallah akan tetap memperjuangkan cita-cita beliau demi kepentingan masyarakat Kotawaringin Barat,” jelas Wabup.
Di akhir sambutannya, Wabup mengajak keluarga untuk tetap tabah dan ikhlas.
“Kepada Pak Ujang dan keluarga, tetap tabah, sabar dan ikhlas. Semua ini adalah kehendak Allah dan pasti yang terbaik menurut-Nya. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)









