BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, hadir pada tabuh ketiga tiwah di Desa Tumbang Ponyoi Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Rabu, 8 April 2026
Dalam kesempatan tersebut, Jaya menjelaskan pelaksanaan Tiwah merupakan wujud nyata pelestarian budaya sekaligus memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata daerah.
“Pelaksanaan Tiwah secara mandiri ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Ini merupakan kewajiban umat Hindu Kaharingan sebagai ritual untuk mengantarkan arwah keluarga menuju tempat yang suci,” ujarnya, Kamis, 9 Arpil 2026.
Kemudian menurutnya, Tiwah bukan sekadar tradiri namun bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak yang syarat dengan nilai-nilai spiritual, rasa hormal kepada leluhur serta sejalan dengan Program Tambun Bungai Bermartabat yang berfokus pada nilai sosial dan budaya.
Selain sebagai kegiatan keagamaan, Tiwah juga dinilai memiliki potensi wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap ritual ini dapat dikemas dan dipromosikan secara optimal.
Lebih lanjut, Bupati berharap melalui pelaksanaan Tiwah, masyarakat dapat memperoleh berkah keselamatan, kemakmuran, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan warga.
“Semoga melalui ritual ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan semakin memperkuat persatuan,” tutupnya.
Dikatakan, Tiwah di Desa Tumbang Ponyoi itu merupakan tiwah mandiri yang dilaksanakan oleh seluruh keturunan yang ditiwahkan. Jumlah almarhum yang ditiwah ada 21 orang dari 7 keluarga. (RISKA YULYANA/y)









